|
Energy In Media
|
|
Liputan6.com, Jakarta: Harga elpiji ukuran 12 kilogram mulai Senin (25/8) naik menjadi Rp 69 ribu dari sebelumnya Rp 63 ribu. Ini berarti konsumen harus membeli hingga Rp 75 ribu karena agen biasanya menjual di atas ketentuan Pertamina. Pengguna elpiji keberatan dengan kenaikan tersebut. |
|
Read more...
|
|
|
Ternyata, Tak Semua Kantor Pemerintah Sepakat Hemat |
|
|
|
|
Energy In Media
|
|
Liputan6.com, Jakarta: Hampir dua pekan kampanye hemat energi berjalan. Instansi pemerintah pun berpacu untuk hemat. Kantor Perusahaan Listrik Negara di Jakarta, misalnya. Hingga kini, terus mengurangi pemakaian listrik kendati terkesan suram [baca: Kantor Pemerintah Terus Berhemat Listrik]. |
|
Read more...
|
|
Melirik Kebijakan Energi Terbarukan di Jepang |
|
|
|
|
Energy Policy
|
|
Oleh : Dr Brian Yuliarto Direktur Eksekutif Indonesia Energy Institute (INDENI) Kenaikan hargaminyak dunia hingga saat ini merupakan momok bagi negara-negara di dunia, terutama negara yang memiliki ketergantungan yang besar pada minyak bumi sementara produksi minyak di bawah jumlah konsumsinya. ”Bom minyak” sebenarnya bukan hanya kali ini terjadi di dunia. Gelombang oil shock telah terjadi tiga kali. Pertama pada September 1973 saat negara-negara OPEC menahan produksi minyaknya hingga mencapai 19,8 juta barel per hari. Saat itu terjadi kenaikan harga minyak mencapai lebih dari 300% dari USD2,9 per barel menjadi USD11,65 per barel. Oil shock kembali terjadi pada 1979 saat terjadi Revolusi Iran. |
|
Read more...
|
|
Lonjakan Harga Minyak, Momentum Diversifikasi Energi |
|
|
|
|
Energy Policy
|
|
Oleh Rohadi Awaludin (Tulisan ini telah dimuat di Berita Iptek.com Sabtu, 24 Mei 2008) Harga minyak terus membubung tinggi dan melahirkan rekor-rekor baru harga minyak. Ketika lonjakan harga minyak terjadi pada tahun 1974, 1979 dan 1990, Indonesia sebagai negara pengekspor minyak ikut kebagian rezeki nomplok dengan kenaikan harga tersebut. Namun lonjakan kali ini "ceritanya" lain. Gejolak harga minyak ini dapat menggoyahkan pilar pilar perekonomian nasional. Saat ini Indonesia hanya menghasilkan minyak kurang dari 1 juta barrel per hari. |
|
Read more...
|
|
Pertamina Turunkan Harga BBM Nonsubsidi |
|
|
|
|
Energy In Media
|
Liputan6.com, Jakarta: Pertamina, Jumat (15/8), menurunkan harga jual bahan bakar nonsubsidi sejalan dengan penurunan harga minyak mentah dunia belakangan ini. Pertamax turun dari Rp 9.850 menjadi Rp 8.900 per liter. Sementara pertamax super turun menjadi Rp 9.100 dari Rp 10.100 per liter. |
|
Read more...
|
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 5 |